Tragedi Kebakaran Gudang Elpiji 17 Korban Luka di Bali

Sebuah tragedi kebakaran hebat mengguncang sebuah gudang penyimpanan gas elpiji di Bali, menyebabkan kerugian materi yang besar dan menelan banyak korban. Sedikitnya 17 orang dilaporkan mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit. Peristiwa nahas ini terjadi pada pagi hari, menimbulkan keprihatinan mendalam dan menarik perhatian luas terhadap standar keamanan fasilitas penyimpanan bahan mudah terbakar.

Tragedi kebakaran ini berawal pada hari Minggu, 25 Mei 2025, sekitar pukul 09:00 WITA, di sebuah gudang elpiji yang berlokasi di area industri ringan di Denpasar. Saksi mata melaporkan mendengar beberapa kali ledakan keras sebelum api cepat membesar dan membakar seluruh bangunan gudang. Api yang berkobar tinggi dan kepulan asap hitam pekat terlihat dari jarak yang cukup jauh, menarik perhatian warga sekitar.

Tim Pemadam Kebakaran Kota Denpasar, yang mengerahkan delapan unit mobil pemadam dan puluhan personel, segera tiba di lokasi sekitar pukul 09:15 WITA. Petugas berjibaku memadamkan api yang sulit dikendalikan karena adanya material yang sangat mudah terbakar, yakni tabung-tabung gas elpiji. Proses pemadaman berlangsung intensif hingga sekitar pukul 12:30 WITA, setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, dampak dari tragedi kebakaran ini sangat parah. Sebanyak 17 orang, yang sebagian besar merupakan pekerja gudang dan beberapa warga sekitar yang mencoba menolong, mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan bervariasi. Mereka segera dievakuasi dan dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Dugaan awal penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polresta Denpasar. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar, Kompol Made Wardana, dalam keterangan persnya pada hari Minggu sore, 25 Mei 2025, pukul 16:00 WITA, menyatakan, “Kami telah mengamankan lokasi kejadian dan sedang mengumpulkan bukti-bukti. Beberapa saksi mata dan pemilik gudang sedang dimintai keterangan. Prioritas kami saat ini adalah memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik.”

Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial telah berkoordinasi untuk memberikan bantuan awal kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Tragedi kebakaran ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan dan prosedur operasional di fasilitas yang menyimpan bahan berbahaya, guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang dan melindungi keselamatan jiwa serta harta benda masyarakat.