Nusa Penida, sebuah pulau yang terletak di sebelah tenggara Bali, dikenal tidak hanya karena keindahan tebing-tebingnya yang ikonik tetapi juga karena pesona bawah laut yang luar biasa. Salah satu pengalaman menyelam yang paling dicari di sini adalah kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan ikan pari manta raksasa. Para penyelam dari seluruh dunia datang ke Manta Point, sebuah lokasi selam terkenal, untuk menyaksikan makhluk laut yang anggun ini berenang dengan bebas. Lokasi ini sering kali dipenuhi oleh para penyelam, dan pada hari-hari tertentu, seperti Minggu, 13 September 2025, puluhan kapal selam terlihat berlabuh, menunggu giliran untuk menjumpai para manta.
Manta Point, yang berjarak sekitar 45 menit perjalanan dari pelabuhan Toya Pakeh, menawarkan pemandangan bawah laut yang tak terlupakan. Airnya yang jernih memungkinkan visibilitas yang sangat baik, seringkali mencapai 20 meter, meskipun arus bawah laut bisa sedikit menantang. Kedalaman rata-rata di area ini adalah 15-25 meter, menjadikannya cocok untuk penyelam bersertifikat. Petugas kepolisian perairan setempat, Kapten I Made Surya dari Polairud Pos Nusa Penida, melaporkan bahwa pada akhir pekan, peningkatan jumlah penyelam cukup signifikan. Beliau mengimbau para operator selam untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan mematuhi aturan yang berlaku, seperti menjaga jarak aman dari ikan manta dan tidak menyentuh biota laut.
Selain ikan manta, kawasan perairan Nusa Penida juga merupakan habitat bagi berbagai spesies laut lainnya. Terumbu karang yang sehat menjadi rumah bagi ikan-ikan berwarna-warni, penyu hijau, dan bahkan hiu karang yang sesekali melintas. Keanekaragaman hayati ini menjadi daya tarik utama bagi para peneliti kelautan dan fotografer bawah air. Sebuah tim peneliti dari Pusat Konservasi Laut Bali, yang dipimpin oleh Dr. Ni Wayan Sari, baru-baru ini mencatat penemuan beberapa spesies nudibranch langka di sekitar Crystal Bay, menambah daftar kekayaan biota laut di kawasan ini. Penemuan ini semakin memperkuat status Nusa Penida sebagai salah satu surga selam terbaik di dunia.
Kondisi cuaca dan arus laut di Nusa Penida sangat menentukan pengalaman menyelam. Waktu terbaik untuk berkunjung biasanya antara bulan April hingga Oktober, saat musim kemarau, di mana kondisi laut cenderung lebih tenang dan visibilitas lebih optimal. Petugas penjaga pantai di pos utama Nusa Penida, Sdr. Budi Santoso, pada laporan harian tanggal 15 September 2025, menyatakan bahwa kondisi laut saat ini sangat mendukung kegiatan menyelam. Namun, ia juga mengingatkan agar para penyelam selalu memeriksa laporan cuaca terbaru sebelum berangkat. Secara keseluruhan, pesona bawah laut Nusa Penida tidak hanya terletak pada pertemuan dengan ikan manta, tetapi juga pada ekosistemnya yang utuh dan beragam. Upaya konservasi yang terus-menerus dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat lokal adalah kunci untuk menjaga keindahan alam ini, sehingga pesona bawah laut yang menakjubkan ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
