Api Hanguskan Pura Puseh di Gianyar: Puluhan Bangunan Suci Terdampak

Sebuah kabar duka menyelimuti masyarakat Bali setelah Api Hanguskan Pura Puseh Bali Aga di Desa Adat Pura, Payangan, Gianyar. Peristiwa kebakaran hebat ini terjadi pada Sabtu, 3 Juni 2023, menyebabkan kerusakan parah pada puluhan bangunan suci yang merupakan bagian tak terpisahkan dari situs keagamaan dan budaya tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah, dan kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi umat Hindu di sana.

Menurut laporan dari Kompas.com, api pertama kali diketahui oleh warga setempat, Agus Wok dan I Made Widada, sekitar pukul 11.30 WITA. Mereka melihat kepulan asap tebal membubung dari area pura. Dengan sigap, keduanya segera memberitahu warga lain dan pihak berwenang untuk memadamkan api. Tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Gianyar segera tiba di lokasi untuk menanggulangi kebakaran tersebut. Proses pemadaman berlangsung dramatis selama kurang lebih tiga jam, menunjukkan intensitas kobaran api yang sangat besar.

Api Hanguskan Pura Puseh ini tidak menyebabkan korban jiwa, sebuah kabar baik di tengah kerugian material yang besar. Namun, setidaknya 15 bangunan pelingsir (tempat pemujaan) yang berada di dalam areal pura tersebut terdampak parah, bahkan ada yang hangus total. Bangunan-bangunan ini merupakan struktur penting yang digunakan untuk berbagai ritual keagamaan dan memiliki nilai historis serta spiritual yang tinggi.

Penyebab pasti Api Hanguskan Pura ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan awal mengarah pada sisa bara dupa yang digunakan saat aktivitas persembahyangan. Dupa yang tidak sepenuhnya padam dan mengenai material yang mudah terbakar bisa menjadi pemicu kebakaran. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi umat untuk selalu memastikan keamanan dalam setiap ritual keagamaan, terutama yang melibatkan api. Pihak kepolisian Gianyar terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab utama kebakaran.

Kerugian yang ditimbulkan akibat Api Hanguskan Pura ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Upaya pemulihan dan pembangunan kembali pura akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang besar. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya upaya pelestarian situs-situs keagamaan dan bersejarah di Bali agar tetap lestari untuk generasi mendatang.